Problematika. Motivasi.

Problematika. Motivasi.




Selamat malam kawan semua. Semoga sehat selalu. Sukses selalu. Kali ini Pancarobaku akan mencoba berbagi hal lain. Ebooknya kita tunda dulu yak. Pasti nanti update lagi kok kalo di lain waktu.

Kali ini mari kita diskusi bersama tentang beberapa hal yang akhir-akhir ini merasuk ke kepala. Mari kita masuk ke bagian pertama.

Problematika. Masalah. Semua orang tentu punya masalah. Entah itu masalah yang kecil ataupun besar. Tentu kita pernah memilikinya. Sebelum kita masuk lebih jauh, pernahkah kawan berfikir bahwa masalah itu adalah sarana untuk kita meng 'upgrade' diri? Layaknya sebuah game tentu ketika kita menyelesaikan level 1, akan muncul level 2 yang tentunya lebih sulit dari level sebelumnya. Lalu? apakah itu berlaku untuk hidup kita? Berarti kalau kita cari masalah bakal cepat naik level dong? Bukan gitu juga caranya bosku -_-

Adakalanya kita harus mendapat masalah agar dapat menyelesaikan masalah tersebut. Bukan niat untuk mencari atau membuat masalah, namun lebih menerima segala masalah yang hadir dengan ikhlas dan antusias. Yaps. Antusias. Jika tidak antusias, hidup pun hampa pastinya. Ketika ada masalah, yakinkan bahwa kita sedang dituntut untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut. Tak ada jalan lari. Tak ada jalan keluar kecuali menyelesaikannya. Anggap saja bahwa dengan ini kita akan naik ke level berikutnya. 

Jika kau membutuhkan orang lain, mintalah bantuan ke orang lain. Tak selamanya beban hidup dapat ditanggung sendiri. Kata Dilan, Rindu itu berat. Apalagi masalah yakan?

Jangan jadikan harimu larut akan masalah. Banyak orang di luar sana yang punya masalah melebihi dirimu. Jangan lupakan nikmat Tuhan. 4 hari kita kelaparan melupakan 26 hari kita makan? Ya itulah kita. Manusia.

So? masih pusingin masalah? Susah move on dari problematika pribadi? Mungkin boss di level kali ini sulit matinya. Namun, dengan pedang yang kuat dan skill yang kian bertambah tentu kita dapat melewati itu semua. Galau? mending nyari pedang yakan? nyari item yang cocok buat tempur sama boss di levelmu. Siapa tau juga dapet jodoh. Syukur syukur dapet diamond yang unik. Nikmati saja. Jalani saja. Tuhan tahu dimana pantasnya kita ditempatkan.



Motivasi. Penyemangat. Pendamping. Sahabat. Teman Dekat. Orangtua. Doa.
Satu rangkaian yang tak terpisahkan.

Segencar apapun orang lain menyemangatimu, jika dalam diri kita tak ada niatan untuk berubah ya sama saja. Jika perhatian mereka tenggelam oleh rasa khawatir ya tentu saja tak ada guna. Sekecil apapun motivasi, bila kita meresapi dan berusaha untuk menerima ya tentu kita pun akan semangat dibuatnya.

So? Jika yang dekat dengan Dilan itu bukan Milea, ku yakin segala hal yang dilakukan Dilan itu biasa saja. Bahkan freak. Ga jelas. Karena kesederhanaan Milea dan rajinnya tuh Milea ngamatin hal kecil, jadi Dilan keliahatan romantis. Lagian ngapain juga kan ngado TTS? Kalo bukan Milea yang nerima tentu itu menjadi kegajean yang hakiki. Sama seperti motivasi, jika kita bisa memaknai suatu hal yang kecil sekalipun menjadi sebuah penyemangat, tentu itu semua akan jadi penyemangat. Tempat sampah pun akan menjadi hal yang romantis jika kita jatuh cinta. Sebuah perhatian kecil pun akan menjadi hal yang besar bagimu jika kau memperhatikannya. Semangat! Sukses Selalu!


Problematika. Motivasi. Problematika. Motivasi. Reviewed by Ruli Rukmana Sakti on January 31, 2018 Rating: 5

2 comments:

  1. Ane sempat sticky ecrll saat baca di sini Gan Berarti kalau kita cari masalah bakal cepat naik level dong? Bukan gitu juga caranya bosku -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha makasih gan udah mampir. Tapi emang gitu yakan? Apa agan punya cara pandang lain? curahkan coba gan hehe
      Agan ada blog? sini ane balik kunjungin. 😊

      Delete

Powered by Blogger.