TIMI TIME : BAMBANG PAMUNGKAS

Halo, sobat Pancarobaku. Bagaimana puasanya? Semangat berpuasa ya bagi sobat yang menjalankan. Apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia, ya. Aamiin. Nah, setelah kemarin sudah ada edisi Budi P. Hatees, Tokoh Inspiratif Minggu Ini yang akan diulas oleh Pancarobaku adalah seorang tokoh nasional yang mimin yakin sudah tidak asing lagi di benak sobat apalagi para penikmat sepakbola. Legenda timnas, tokoh sosial, ikon sepakbola nasional, kapten timnas, penuh karisma, sundulan mematikan dan selebrasi yang khas. Hayo, sudah bisa menebak apa belum sobat?



Yupss! Bambang Pamungkas atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bepe20. Bagi para pecinta sepakbola tentu sudah sering mendengar nama tersebut. Bahkan, masyarakat awam pun banyak yang sudah tahu tentang sepak terjangnya.

Hari ini, 10 Juni 2018, Bambang Pamungkas genap berusia 38 tahun. Wah, masih muda, ya. Bepe merupakan anak dari pasangan H. Misranto dan Hj. Suriptinah. Ia lahir di Getas, Semarang, 10 Juni 1980. Bepe kecil bersekolah SD di Negeri Kauman Lor 3 Getas, Semarang, melanjutkan SMP dan SMA di Negeri 1 Salatiga. Ia juga melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Ekonomi Indonesia Rawamangun tapi hanya dua semester.

Tahukah kamu sobat, ada beberapa hal unik dan menarik dari Bepe muda. Bepe sering disebut Gechil karena badannya yang memang kecil kala itu. Karena perawakan mungil itu pun Bepe pernah 2 kali ditolak masuk Diklat Salatiga disebabkan tinggi badan Bepe yang hanya 168 cm. Selain lihai dalam mengolah si kulit bundar, Bepe muda pun berprestasi loh dalam hal akademik. Tercatat saat masih di sekolah dasar dari kelas 1 sampai kelas 6, Bepe adalah pemegang rangking satu di sekolah. Hayo, bagaimana dengan prestasi sobat?


Sama halnya dengan Kapten Tsubasa yang sangat mencintai bolanya, Bepe pun punya barang kesayangan saat dia kecil loh sobat. Bepe memiliki sepatu bola pertama saat berusia delapan tahun yang dibelikan oleh sang ayah seharga Rp 17.500. Saking senangnya, Bepe tak jarang tidur dengan kondisi sepatu bola terpasang di kakinya. Pemberian orang terkasih memang terkadang menjadi hal yang spesial ya sobat.

Bepe dikenal baik dengan kemampuannya menyundul bola, lompatan tinggi, menggiring bola, dan melepaskan tendangan keras. Sejak usia delapan tahun, Bepe sudah menetapkan impian menjadi pemain sepakbola untuk mengikuti Kurniawan Dwi Yulianto sebagai inspirasinya. Dia memulai perkenalan dengan sepakbola ketika masuk SSB Hobby Sepak Bola Getas hingga kemudian bergabung ke Persija Jakarta pada 1999.

Saat masih bermain di SSB Ungaran, posisi Bepe adalah sayap kiri dan pesaingnya saat itu adalah Muhammad Ridwan. Mungkin Bepe identik dengan nomor 20. Namun, nomor punggung yang pernah dipakai Bepe adalah 9, 10, 11, 16, 20, 24. Pernah terbesit atau tidak sobat, berapa sih kisaran gaji  pertama Bepe? Gaji pertama Bepe sebesar Rp 15.000 saat bermain di Persada Utama Ungaran. Kalau dikonversi dalam keadaan saat ini mungkin hanya dapat untuk rental PS 3 selama 3 jam ya sobat hehe.

Selama hidup sobat sudah pernah naik pesawat ke luar negeri belum? Bepe pertama kali ke luar negeri pada tahun 1997 bersama timnas pelajar Asia di Patna, India. Ini juga merupakan pengalaman pertama Bepe naik pesawat. Pertama kali naik pesawat langsung ke luar negeri dan mewakili Indonesia, luar biasa bukan?



Lah min, kok ada gambar motor segala, apa hubungannya sama Bepe?
Nah ini, ada suatu fakta menarik antara Bepe dengan motor. Mungkin boleh saja kalau di usia muda Bepe sudah pernah ke luar negeri dengan pesawat terbang. Namun, tahukah sobat pada saat usia berapa Bepe bisa mengendarai sepeda motor? 10 tahun? wah pasti lulus SD juga Bepe sudah bisa kalau naik motor mah!  Anak zaman sekarang saja sejak SD sudah lihai berkendara. Hohoho, kali ini jawaban sobat belum tepat. Bepe baru bisa mengendarai motor pada usia 29 tahun. Jadi, untuk sobat yang masih belum bisa mengendarai sepeda motor di usia yang terbilang senior, jangan panik. Belajar terus, semangat terus! Jangan lupa untuk membuat SIM ya jika sudah layak berkendara. hehehe.



Berhubung sudah terlalu banyak fun fact tentang Bepe, sekarang mimin ingin langsung mengulas tentang sepak terjang karier dan prestasi Bepe dalam menyepak si kulit bundar yang disepak dalam kancah persepakbolaan dunia maupun tanah air. Hayo, bingung dan penasaran kan? Lets go!

Pemilik cita-cita menjadi guru dan koki ini mengawali karier sepakbolanya di Jawa Tengah, pada usia 16 tahun Bepe sudah menjadi pemain terbaik Haornas dan membawa klubnya juara Piala Haornas 1996. Tahun berikutnya juara POPNAS 1997 dan menjadi pencetak gol terbanyak POPNAS 1997.



Untuk karier profesional Bepe sudah menjaringkan 24 gol pada musim pertamanya bersama Persija Jakarta di Liga Indonesia pada tahun 2001. Persija kala itu berhasil menjadi juara Liga Bank Mandiri Indonesia. Melihat kehebatannya di musim pertama, tim divisi 3 Belanda, EHC Norad tertarik untuk merekrutnya. Karena kendala cuaca dan faktor keluarga, Bepe sulit untuk beradaptasi dan menyebabkan EHC Norad meminjamkan Bepe kembali ke Persija dan akhirnya pihak EHC Norad memutuskan untuk mengakhiri kontraknya.

Gagal di Eropa, Bepe dilirik klub asal negeri Jiran. Pada tahun 2005, Bepe menandatangi kontrak dengan Selangor FC, Liga Malaysia. Pada musim pertamanya ia berhasil mencetak 22 gol dan raihan tersebut menjadikan dirinya sebagai top score Liga Malaysia kala itu. Tahun 2007, ia kembali lagi ke Indonesia dan memperkuat Persija Jakarta di Liga Indonesia.

Bepe juga sempat mengikuti masa trial di Selandia Baru, klub Wellington Phoenix FC tahun 2010, tapi gagal untuk mengamankan kontrak. Tahun 2013, Bepe memutuskan untuk bergabung dengan Pelita Bandung Raya dengan durasi kontrak satu tahun.



Untuk karier Internasionalnya, Bepe bersama Tim Nasional (Timnas) senior tahun 1999 dalam pertandingan persahabatan melawan Lituania. Tahun 2002, Bepe turut serta membantu Indonesia menjadi juara kedua Piala Tiger dengan mencetak 8 gol dari 6 penampilan. Saat ini, seperti dilansir laman situs pribadinya, Bepe menjadi pemegang rekor penampilan terbanyak (Caps) dan Top Skorer untuk Indonesia dengan 77 penampilan, 36 gol di semua pertandingan katergori A FIFA.

Sudah banyak prestasi klub maupun individu yang diraih oleh Bepe, mulai dari pencetak gol, pemain terbaik, hingga membawa tim juara. Pada tahun 2013, Bepe memutuskan untuk pensiun dari Timnas Indonesia. Tak lagi di Timnas bukan akhir perjalanan Bepe di sepakbola. Ia diminta kembali ke Persija, tempat terlama manghabiskan kariernya di sepakbola, untuk kompetisi Indoneia Soccer Championship 2016.

Tua-tua keladi, semakin tua semakin jadi. Mungkin itu hal tepat disematkan untuk sang legenda. Baru-baru ini, Bepe berhasil turut serta menjadi bagian dari Macan Kemayoran meraih gelar juara di Piala Presiden 2018. Persija berhasil mengalahkan Bali United di laga final dengan skor telak 3-0 tanpa ampun.



Tahukah kamu sobat? Namun, di balik kemenangan tersebut terdapat fakta yang menggelikan. Di tengah euforia merayakan kemenangan di atas lapangan, Bambang Pamungkas harus rela menelan kenyataan pahit kehilangan medali emas atas prestasinya bersama Persija. Karena banyak oknum supporter yang merangsek masuk saat perayaan kemenangan, tak disangka medali pun hilang dari genggaman.

Tak berselang lama, Bepe kembali mencatatkan rekor loh sobat. Bambang Pamungkas sukses mencetak gol ke gawang PS Tira dan merupakan gol perdana Bepe di Liga 1 2018. Gol tersebut membuat rekor Bepe terus berlanjut. Bepe membuat rekor dengan selalu mencetak gol di Liga Indonesia setiap musimnya di klub yang dia bela. Bepe selama di Liga Indonesia membela 2 klub yaitu, Persija Jakarta dan Pelita Bandung Raya Catatan Gol Bepe di Liga Indonesia:

  • Divisi Utama 1999-2000: 24 Gol
  • Divisi Utama 2001: 15 Gol
  • Divisi Utama 2002: 5 Gol
  • Divisi Utama 2003: 24 Gol
  • Divisi Utama 2004: 12 Gol
  • 2005 - 2007: Ke Selangor
  • Divisi Utama 2007: 17 Gol
  • ISL 2008-2009: 19 Gol
  • ISL 2009-2010: 14 Gol
  • ISL 2010-2011: 12 gol 
  • ISL 2011-2012: 16 Gol 
  • ISL 2013: - vakum 
  • ISL 2014: 10 Gol (PBR) 
  • ISL 2015: 3 Gol (dihentikan) 
  • TSC 2016: 1 Gol 
  • Liga 1 2017: 5 Gol 
  • Liga 1 2018: 1 Gol ( hingga saat artikel ini diterbitkan)

Bepe mulai mencoba sisi kehidupan lain di luar sepakbola. Bepe mencoba untuk menjadi seorang penulis. Satu dari sedikit pesepakbola Tanah Air yang berani mengeksperesikan diri lewat kata-kata. Melalui blognya, Bepe giat membangkitkan semangat nasionalisme serta kecintaan kepada sepakbola Indonesia. Puncaknya, Bepe meluncurkan buku berjudul “Ketika Jemariku Menari” pada 2011.

Belakangan, Bepe pun memberanikan diri menjadi seorang motivator. Ia tampil di depan publik untuk menceritakan pengalaman hidupnya sebagai pesepakbola dengan tujuan bisa menginspirasi. Bahkan, ia juga mulai nekat untuk menjadi seorang chef. Tak punya latar pendidikan sebagai seorang koki, ia berani menyebut diri sebagai The Nekat Chef.

Ia juga dikenal peduli dengan kerabat seperjuangan dengan aktif di Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) dan Yayasan Bambang Pamungkas. Di dua organisasi ini, Bepe aktif menyuarakan aspirasi pemain sepakbola tanah air dan memberikan bantuan kepada sekolah-sekolah di Indonesia. Ayah dari tiga orang anak berkat pernikahannya dengan Tribuana Tungga Dewi ini pun siap untuk menjadi guru jika nanti karier sepakbolanya telah selesai.

Bepe memang seolah tak pernah berhenti memberikan inspirasi.

“Bagi pemain-pemain junior, jangan pernah berhenti untuk bermimpi karena mungkin suatu saat nanti, mimpi kalian akan menjadi kenyataan. Keyakinan, kerja keras, dan disertai doa akan membantu kalian mewujudkannya. Oleh karena itu, persiapkan diri kalian sebaik mungkin,”

ucapnya, yang masih bermimpi menjadi bagian dari Piala Dunia suatu saat nanti. Tetap semangat dan sukses selalu! Itulah yang selalu diucapkan oleh Bepe.

Selamat ulang tahun Legenda, semoga selalu memberikan inspirasi bagi seluruh kaum muda di negeri ini. Mimin seorang bobotoh dan sangat cinta akan Persib. Namun, dari dalam lubuk hati terdalam mimin yakin, pendukung klub manapun akan respect atas segala pencapaian dan hal yang kau berikan di sepakbola Indonesia. Pancarobaku selalu mendoakan yang terbaik untukmu.

--- 

Itu lah kilas kisah salah satu pemain sepakbola yang dimiliki Indonesia. Semoga kegigihan Bambang Pamungkas dalam mengejar impiannya dapat menginspirasi sobat untuk tidak mudah putus asa. Bila ada kekeliruan mimin mohon maaf, dan silakan perbaiki lewat kolom komentar. Terima kasih sudah berkunjung.

Selamat Berlibur ! :)





Sumber gambar :
https://www.kompasiana.com/catatanyangdilupakan/bambang-pamungkas-dan-sebuah-kegagalan_582ea8e5d09273cf0ca1c3e3
https://muhammadfarhanul.blogspot.com/2016/11/hut-persija-jakarta-88.html
http://sofsports.wagomu.id/e3481.html
http://extratimestoreid.blogspot.com/2013/06/bepe-si-culun-yang-legendaris.html
https://warta.sumedang.info/sports/bola/6184-cetak-hattrick-ke-gawang-arema-bepe-dipuji-fabiano-beltrame/
https://www.fourfourtwo.com/id/news/pelatih-persija-jakarta-sebut-bambang-pamungkas-layak-jadi-simbol-sepakbola-asia

Sumber artikel :
Opini Penulis
https://id.wikipedia.org/wiki/Bambang_Pamungkas
http://www.goal.com/id/berita/serap-inspirasi-dari-bambang-pamungkas/1prg9cruda57112xt69nuocjrg
https://www.viva.co.id/siapa/read/44-bambang-pamungkas
https://www.instagram.com/p/BjyXjw_D61p/?hl=id&taken-by=pengamatsepakbola

0 Response to "TIMI TIME : BAMBANG PAMUNGKAS"

Post a Comment

Memuat...